Jamaah Pengajian Google+

Senin, 06 Mei 2013

MJIB - (1) Kondisi obyektif Bali Saat ini

Penulis : Achmad Suchaimi



Bali dikenal sebagai Pulau Dewata (island God/island Paradise) merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Bedugul, Ubud, Sukawati, Lovina, dan lain lain merupakan tempat wisata yang terkenal di Bali.

Pulau Bali
 Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.


KONDISI GEOGRAFIS
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25?23? Lintang Selatan dan 115°14?55? Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Batas wilayah Bali : Sebelah Utara : Laut Bali; Sebelah Selatan : Samudera Indonesia; Sebelah Barat : Provinsi Jawa Timur; Sebelah Timur : Provinsi Nusa Tenggara Barat
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya.
Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.
Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Kesembilan Kabuparen/Kota meliputi:
1. Kabupaten Badung, ibu kotanya : Badung
2. Kabupaten Bangli, beribukota di Bangli
3. Kabupaten Buleleng, beribukota di Singaraja
4. Kabupaten Gianyar, beribukota di Gianyar
5. Kabupaten Jembrana, beribukota di Negara
6. Kabupaten Karangasem, beribukota di Karangasem
7. Kabupaten Klungkung, beribukota di Klungkung
8. Kabupaten Tabanan, berbukota di Tabanan
9. Kota Denpasar, beribukota di Denpasar.       


KONDISI PENDUDUK BALI
Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa *), dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha.
Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali, dan sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma; meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.
Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali, yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.


KEPERCAYAAN DAN KONDISI SOSIAL BUDAYA
Masyarakat Bali banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan India, terutama Hindu. Sampai sekarang, masyarakat Bali masih banyak yang menganut agama Hindu. Namun demikian, agama Hindu yang mereka anut telah bercampur dengan budaya masyarakat asli Bali sebelum Hindu. Masyarakat Bali sebelum Hindu merupakan kelompok masyarakat yang terikat oleh hubungan keluarga dan memuja roh-roh nenek moyang yang mereka anggap dapat menolong dan melindungi kehidupan keluarga yang masih hidup. Melalui proses sinkretisme ini, lahirlah agama Hindu Bali yang bernama Hindu Dharma. 

Sinkretisasi Agama dan Tradisi-Budaya di Bali

Struktur masyarakat Bali dibagi ke dalam empat kasta, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Tetapi pembagian kasta ini tidak seketat seperti di India. Begitu pula dalam pemberian nama awal pada anak-anak di lingkungan masyarakat Bali memiliki cara yang khas, yaitu: 
a. Wayan untuk anak pertama;
b. Made untuk anak kedua;
c. Nyoman untuk anak ketiga;
d. Ketut untuk anak keempat.
Tetapi ada juga nama Putu untuk panggilan anak pertama dari kasta Brahmana dan Ksatria.


______________________________

Catatan Kaki :

*).  Banyaknya Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Agama di Bali, pada Tahun 2009




Kabupaten/ Kota
Regency/ Municipality
Islam
Moslem
Hindu
Hindu
Budha
Buddhist
Protestan
Protestant
Katolik
Catholic
Jumlah
Total
1. Jembrana
98.860
186.919
1.820
2.625
2.535
292.759
2. Tabanan
39.000
393.062
1.735
2.048
1.356
437.201
3. Badung
54.719
549.062
1.516
6.041
9.999
621.337
4. Gianyar
17.271
471.495
1.257
750
487
491.260
5. Klungkung
30.381
165.158
1.670
353
143
197.705
6. Bangli
9.600
209.759
868
132
-
220.359
7. Karangasem
46.746
524.397
1.130
1.312
225
573.810
8. Buleleng
91.103
530.442
3.951
2.365
1.243
629.104
9. Denpasar
170.835
422.972
13.652
19.048
15.708
642.215
 Total 2009
 558.515
 3.453.266
 27.599
 34.674
 31.696
 4.105.750
Jumlah / Total
2005
198.933
2.956.857
20.925
48.799
22.258
3.247.772
2004
186.613
2.907.540
19.045
44.352
22.368
3.179.918
2003
179.607
2.895.831
19.175
22.218
22.190
3.139.022
2002
147.995
2.879.731
19.849
20.535
22.388
3.090.497